Indonesia Punya Kapal Selama Buatan Sendiri, Alugoro-405 Namanya

Assalamu’allaikum…..

Rizensia.com – Tanggal 12 April 2019 menjadi momen bersejarah bagi Industri per kapalan Indonesia, karena pada tanggal tersebut anak bangsa mampu menyelesaikan pengerjaan kapal selam secara mandiri di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia, kawasan Tanjung Perak, Surabaya.

Kapal selam ini adalah kapal ketiga dari 12 kapal selam yang dipesan TNI AL, dan pengerjaan awalnya dilakukan kerjasama antara PT PAL Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.Ltd (DSME) dengan proses Transfer of Technology (TOT).

Dengan hadirnya kapal selam ketiga yang dibangun pada 2017, dan diluncurkan pada hari Kamis (11/4/2019) ini menjadi salah satu tonggak dimulainya kemandirian Indonesia dalam produksi alat utama sistem senjata (alutsista) khususnya kapal selam.

Proses kerjasama Indonesia dan Korea dalam melakukan transfer teknologi

Dalam proses kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam membangun kapal selam, dimulai sejak Januari 2013, dimana ketika itu kapal selam pertama dibangun dengan perjalanan panjang meliputi kegiatan “steel cutting” hingga diluncurkan pada 24 Maret 2016 yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan uji coba atau “sea trial” serta pelatihan awak dan kemudian diberi nama KRI Nagapasa 403.

Dalam proses pembuatan kapal selam pertama dilakukan teknisi Korea Selatan, kemudian dilanjutkan pengerjaan kapal selam kedua hasil kerjasama para teknisi Indonesia yang telah dilatih dan diluncurkan pada 24 Oktober 2016 dengan diberi nama KRI Ardadedali 404.

Sedangkan kapal selam ketiga, dibuat para teknisi Indonesia, namun tetap dengan supervisi dari Korsel di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia yang berada di kawasan Tanjung Perak, Surabaya.

Menurut Menteri Pertahanan Republik Indonesi, “Bangsa ini harus bangga, nanti ke depan akan bisa membuat secara mandiri tanpa bantuan Korea Selatan. Targetnya untuk kapal selam kelima akan dibuat sendiri serta bisa dijual,” kata Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu seperti dikutip dari Antara di Surabaya, Jumat (12/4) dikutip Merdeka.com.

Kecanggihan yang ditawarkan oleh kapal selam buatan PT. PAL Indonesia

Kapal selam ketiga yang bernama KRI Alugoro 405 memiliki perbedaan dengan dua kapal selam sebelumnya, salah satunya adalah teknologi baru dan canggih yakni mampu mengatasi peperangan di bawah permukaan laut.

Kenudian kapal selam ini memiliki spesifikasi jenis “Diesel Electric Submarine U209/1400” (KSDE U209 Chang Bogo Class), dan memiliki panjang keseluruhan 61,3 meter dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada di bawah air.

Kapal selam tersebut, juga memiliki kemampuan jelajah hingga 50 hari dan di desain dengan “life time” atau usia mencapai 30 tahun, dan mampu membawa 40 kru.

Bobot kapal selam adalah sebesar 1.460 ton saat muncul di permukaan, dan bobot 1.596 ton ketika menyelam dibawah permukaan.

Pengambilan nama kapal selam Alugoro

Terkait nama Alugoro 405, diambil dari cerita pewayangan yang merupakan salah satu senjata berbentuk Gada dimiliki oleh Prabu Baladewa ia merupakan tokoh wayang yang dikenal adil, tegas dan jujur.

Senjata Alugoro yang dimiliki Baladewa merupakan hadiah dari gurunya Batara Brama yang mengajarkan berbagai macam ilmu kepadanya.

Senjata ini diberikan Batara Brama kepada Baladewa setelah dinyatakan lulus menuntut ilmu, di mana senjata ini memiliki kekuatan pemusnah berbentuk Gada dengan kedua ujungnya yang runcing.

Sebelumnya, nama Alugoro juga pernah digunakan sebagai nama kapal selam yang didatangkan dari Uni Soviet yaitu RI Alugoro 406 yang merupakan bagian dari paket pengiriman 12 kapal selam “Whiskey Class”.

Pemberian nama Alugoro diharapkan menginspirasi TNI AL agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya, serta kapal selam ini bisa menjadi senjata yang memiliki daya hancur yang besar dan dahsyat serta tidak pernah kalah dalam setiap peperangan.

(Visited 8 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *