Benarkah Makanan Bisa Terbakar Berbahaya Bagi Kesehatan??

Nissin Crispy

Assalamu’allaikum….

Rizensia.com – Belum lama ini masyarakat dihebohkan dengan video yang menggambarkan beberapa produk makanan dan minuman instan ketika dibakar produk tersebut ikut terbakar seperti lilin dan mesiu, sehingga membuat mereka beranggapan bahwa produk tersebut tidak aman untuk di konsumsi.

Lalu, menjadi pertanyaan atas beredarnya video tersebut “Apakah Benar Makanan Bisa Terbakar Berbahaya Bagi Kesehatan??

Niat hati ingin memberikan edukasi malah membuat resah masyarakat. Padahal kenyataannya makanan tersebut tidak seperti itu, “tidak membahayakan”.

Setidaknya ada beberapa ciri makanan yang bisa terbakar, secara umum produk-produk makanan tersebut memiliki 3 karakteristik:

  • Pertama, memiliki senyawa karbon (baik berupa minyak, lemak, dan lainnya)
  • Kedua, Kadar air rendah
  • Ketiga, Berbentuk tipis, halus, atau berpori

Dari produk makanan yang dibakar tersebut seperti kopi cap luwak, dan biskuit cracker memenuhi tiga karakteristik diatas. Bahkan produk makanan lain pun bisa terbakar jika memenuhi tiga karekteristik diatas contohnya seperti seperti terigum kopi bubuk, kopi-krimer, merica bubuk, cabe bubuk, kopi instan, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, kentang, wafer dan krupuk.

Hal ini dikarenakan senyawa karbon cenderung mudah bereaksi dengan oksigen, kemudian ditambah lagi dengan kandungan air yang rendah serta kepadatan/massa dari produk makanan itu cenderung tidak solid. Inilah yang membuat produk tersebut bisa terbakar.

Sehingga bukan berarti bahan pangan yang kami jelaskan diatas berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi.

Indonesia sendiri melalui Direktorat Penilaian Keamanan Pangan BPOM memiliki standar keamanan pangan yang aman di konsumsi.

Standar Keamanan Pangan

  1. Parameter keamanan, yaitu batas maksimum cemaran mikroba, cemaran fisik, dan cemaran kimia;
  2. Parameter mutu, yaitu pemenuhan persyaratan mutu sesuai dengan standar dan persyaratan yang berlaku serta cara produksi pangan yang baik untuk pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau cara distribusi pangan yang baik untuk pangan olahan yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia; dan
  3. Parameter gizi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Seperti terpapar dalam Peraturan Kepala BPOM Republik Indonesia, pada pasal satu menyebutkan bahwa ketentuan umum dari keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.

Serta pangan layak konsumsi tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat Indonesia.

Kemudian, Rizensia juga menghimbau kepada Anda menjadi masyarakat yang cerdas dalam membeli suatu produk makanan dan obat-obatan.

Konsumen Cerdas dengan melakukan cek “KLIK”

  • cek Kemasan produk
  • cek Label produk
  • cek Izin Edar
  • cek tanggal Kadarluwarsa suatu makanan atau obat-obatan

Refrensi kami :

https://nasional.kompas.com/read/2018/10/01/12465651/klarifikasi-bpom-jelaskan-soal-kopi-cap-luwak-yang-mudah-terbakar

https://www.liputan6.com/health/read/2606098/sebelum-pangan-diedarkan-ini-prosedur-mutu-dan-gizi-dari-bpom

(Visited 1 times, 1 visits today)

Berikan Komentar Terbaikmu