Persyaratan Maskapai Penerbangan Bagi Ibu Hamil, Salah Satunya Tidak Boleh Bohong..!!

Ilustrasi via Tribun Travel

Assalamu’allaikum….

Rizensia.com – Bagi Ibu Hamil melakukan penerbangan menggunakan pesawat tentunya harus melakukan beberapa prosedur, hal ini dilakukan demi memenuhi standar operasional dari maskapai tertentu dalam melakukan penerbangan.

Memang pada dasarnya berpergian menggunakan pesawat tergolong aman bagi Ibu Hamil dengan tubuh yang sehat. Akan tetapi ada aturan tersendiri yang harus Anda patuhi sebelum berpergian dengan pesawat.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan menimpah Anda dan calon buah hati. Sebagai contoh standar penerbangan yang dilakukan oleh Lion Air Group, dimana sebelum masuk ke kabin (pre-boarding), petugas layanan di pintu keberangkatan (staff gate) Lion Air sudah melakukan pengumuman berupa himbauan melapor kembali dengan melengkapi dokumen bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus seperti membawa bayi (infant) dibawah usia tujuh bulan serta bepergian dalam kondisi hamil. 

Setelah melakukan pelaporan bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus, maka sesuai aturan dan prosedur, penumpang tersebut harus menandatangai surat pernyataan (pregnant mother). 

Ibu Hamil Tidak Boleh Bohong Akan Usia Kandungannya

Biasanya dalam hal ini, tak jarang Ibu Hamil memilih untuk berbohong mengenai usia kandungan ketimbang jujur. Padahal dari pihak maskapai melakukan standar oprasional seperti itu demi keselamatan kandungan Anda.

Dengan selalu memberikan informasi secara rinci/ jelas/ sesuai keadaan sebenarnya jika sedang hamil kepada petugas layanan darat ketika proses pelaporan diri di counter check-in akan meminimalisir terjadinya hal yang tidak di inginkan .

Berikut beberapa ketentuan yang perlu ibu hamil penuhi ketika melakukan penerbangan dari beberapa maskapai:
Lion Air Group (Lion Air, Wings Air, Malindo, Batik Air)
  • Untuk usia kehamilan kurang dari 28 minggu diharuskan membawa surat dokter keterangan kehamilan serta menyetujui/ menandatangani surat pernyataan dan formulir indemnity guna diizinkan melakukan perjalanan udara.
  • Untuk usia kehamilan 28 – 35 minggu, penumpang diwajibkan membawa surat layak terbang (fitness for air travel/ medical information) resmi dari dokter dengan catatan tanggal surat tidak melebihi tiga hari sebelum waktu keberangkatan pesawat yang dijadwalkan serta tetap diwajibkan menandatangani surat pernyataan serta formulir indemnity.
  • Untuk usia kehamilan lebih dari 35 minggu tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan.
Sriwijaya Air, NAM Air
  • Ibu hamil dengan usia kehamilan maksimal 32 minggu wajib menyertakan surat keterangan medis dari dokter dan juga mengisi surat pernyataan yang tersedia di bandara maupun kantor cabang Sriwijaya Air. Surat pernyataan ini membebaskan Sriwijaya dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.
Garuda Indonesia
  • Untuk kehamilan pertama, ibu hamil diperbolehkan terbang hingga usia kehamilan mencapai 32 minggu. Penumpang diwajibkan mengisi Formulir Informasi Medis (MEDIF).
  • Mulai dari kehamilan kedua, penumpang tidak diperbolehkan terbang jika kehamilan sudah pada usia 32 minggu.
Citilink
  • Untuk usia kehamilan hingga 27 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check-in yang membebaskan Citilink dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.
  • Untuk usia kehamilan 28-34 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Tanggal yang tercantum di surat keterangan ini tidak boleh melebihi 30 hari sejak tanggal keberangkatan maupun kepulangan.
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 35 minggu tidak diizinkan terbang.
AirAsia
  • Untuk usia kehamilan hingga 27 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check-in yang membebaskan AirAsia dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.
  • Untuk usia kehamilan 28-34 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Tanggal yang tercantum di surat keterangan ini tidak boleh melebihi 30 hari sejak tanggal keberangkatan maupun kepulangan.
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 35 minggu tidak diizinkan terbang.
Jetstar
  • Untuk usia kehamilan yang tidak bermasalah hingga 28 minggu, penumpang tidak perlu membawa dokumen medis apapun.
  • Untuk kehamilan yang bermasalah atau mengalami komplikasi, penumpang diwajibkan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Formulir keterangan medis Jetstar dapat dilihat di sini.
  • Untuk usia kehamilan di atas 28 minggu, penumpang diwajibkan menyertakan surat keterangan medis dari dokter tertanggal tidak lebih dari 10 hari sebelum keberangkatan.

 

  • Untuk penerbangan Jetstar kurang dari 4 jam:
    Kehamilan tunggal diizinkan hingga akhir minggu ke-40 masa kehamilan.
    Kehamilan kembar diizinkan hingga akhir minggu ke-36 masa kehamilan.
  • Untuk penerbangan Jetstar selama 4 jam atau lebih:
    Kehamilan tunggal diizinkan hingga akhir minggu ke-36 masa kehamilan.
    Kehamilan kembar diizinkan hingga akhir minggu ke-32 masa kehamilan.

Catatan: Khusus Jetstar Pacific (BL), usia kehamilan 36 minggu atau lebih dapat ditolak.

Semoga informasi ini bermanfaat….

(Visited 2 times, 1 visits today)

Berikan Komentar Terbaikmu