Opini

Pentingnya Klarifikasi (Tabayyun) Di Zaman Ini

Ketika mendapatkan informasi, maka tabayyunlah terlebih dahulu
Ketika mendapatkan informasi, maka tabayyunlah terlebih dahulu

Assalamu’allaikum…..

Rizensia.com – Berkembangnya dunia informasi membuat siapa saja bisa mudah mendapatkan serta memberikan informasi dengan begitu cepat, bahkan hanya sekali klik saja jutaan orang bisa mendapatkan informasi yang kita dapat dari sosial media.

Tetapi dari mudahnya kita mengakses informasi, membuat kita lupa akan ke absahan suatu berita atau informasi tersebut. Tanpa menunggu klarifikasi dari sumber informasi .

Hal inilah yang terjadi pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, terkait video viral yang mengambil salah satu penggalan pernyataan Tito dalam pidato mengenai perintah kepada polisi untuk bersinergi dengan ormas Muhammadiyah dan NU. Karena hanya dua ormas itu, kata Tito dalam video tersebut, yang merupakan pendiri negara.

Tentunya hal ini memicu ummat Islam yang tak setujuh dengan peryataan Tito pada potongan video yang viral tersebut.

Hal inilah yang membuat DPP Syarikat Islam mendatangi rumah dinas Kapolri Jendral Tito Karnavian. Kedatangan tersebut untuk meminta klarifikasi pernyataan Kapolri itu, setelah bertemu DPP Syarikat Islam mendapat titik terang dari maksud peryataan Kapolri seperti yang diungkapkan oleh Ketua DPP Syariat Islam Hamdan Zoelva.

Dalam pertemuan itu, seperti dikutip dari Detikcom. Hamdan menanyakan soal kronologi pernyataan Kapolri yang jadi viral. Kepada Hamdan, Tito menyebut pidato itu disampaikan pada Februari 2017 di pondok pesantren asuhan Kiai Maruf Amin.

“Tadi kami sudah minta klarifikasi dari Kapolri, tentang pernyataan itu dan menyampaikan kronologinya cerita yang cukup lengkap tentang bagaimana pernyataan itu sebenarnya. Pertama, pernyataan itu disampaikan di pondok pesantren KH Maruf Amin, dalam sebuah acara internal dari NU pada Februari 2017,” ujar Hamdan di Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (31/1/2018).


Selanjutnya, Hamdan mengatakan pernyataan mantan Kapolda Metro Jaya itu telah dipotong-potong. Sehingga, maksud dalam pidato itu tak mewakili inti dari pidatonya.

“Kedua, sebenarnya pidato Kapolri berlangsung selama 26 menit dan yang menjadi viral itu adalah bagian pidato yang menurut keterangan Kapolri tidak sesuai dengan jiwa dan inti yang disampaikan dalam pidato itu. Karena itu, pidato itu adalah terpotong-potong sebagiannya sehingga menghilangkan seluruh rangkaian cerita pidato yang pada saat itu dihilangkan,” tuturnya

Setelah mendapatkan klarifikasi Hamdan Zoelva mengaku lega mendengar klarifikasi dari Kapolri.

 “Kami dari Syarikat Islam dengan penjelasan yang lengkap dan dengan diskusi yang sangat hangat. Kami terus terang saja dengan melihat video tersebut, dengan protes yang sangat keras saat melihat video. Kami sampaikan. Ini adalah hal yang tidak benar tetapi dengan mendapat penjelasan itu. Kami bisa memahami tidak ada niat sama sekali seperti disampaikan oleh beliau,” imbuhnya.

“Untuk mengesampingkan ormas-ormas yang lain dan untuk menyatakan ormas lain itu merontokkan negara. Sama sekali tidak,” sambungnya. Ujar Hamdan Zoelva dikutip dari Detikcom.

Nah, dari sinilah kita bisa mengambil pelajaran. Bahwa betapa pentingnya melakukan klarifikasi berita yang kita dapatkan sebelum menyebar luaskannya kembali di jejaring sosial media kita.

Sikap sabar dan menunggu klarifikasi/tabayyun dari sumber informasi adalah salah satu cara kita menghindari perpecahan, perdebatan, cacian, makian, dan saling tidak percaya sesama ummat Islam bahan sesama masyarakat se-bangsa.

Bukankah dalam agama kita telah diajarkan agar Tatsabbut Dan Tabayyun dalam mendapatkan suatu informasi? Berikut ini kami bagikan beberapa tulisan yang membahas tentang Tatsabbut dan Tabayyun

  • http://www.nu.or.id/post/read/65389/tabayyun-sebagai-ajaran-islam
  • http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/17/05/06/opijwo396-tatsabbut-dan-tabayyun

Semoga Allah membuka pikiran kita supaya ketika mendapatkan suatu informasi kita bisa melakukan Tatsabbut dan Tabayyun, agar tidak terjadi ke salah pahaman diantara ummat islam dan bangsa ini. Wasalam….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *