Perusahaan Migas Takutkan Ini Dari Milenial..!!!

Industri Migas. Foto via Merdeka

Assalamu’allaikum……

Rizensia.com – Tantangan terbesar dalam dunia kerja saat ini adalah masalah regenerasi. Pekerja kalangan Gen X mulai berganti dengan kalangan Gen Y bahkan Gen Z. Sehingga tidak mudah buat generasi baru ini untuk langsung menyerap tugas dan beban kerja yang ada.

Seperti yang diberitakan oleh Marketeers, Presiden Federasi Serikat Pekerja Penunjang Migas Indonesia (FSPPMI), Dony Widyanto, mengatakan bahwa kelompok milenial dengan pola pikir yang khas, kreatif, dan mandiri adalah generasi yang sangat ideal untuk menjadikan sebagai kolaborasi antara individu satu dengan lainnya tanpa memandang status jabatan di dunia kerja.

Ia mencontohkan di Industri migas misalnya, secara mayoritas kalangan baby boomers dan Gen X masih mendominasi porsi kerja saat ini. Di satu sisi, hal ini cukup membuat selisih yang siginifikan dengan Gen Y.

Tentunya ini akan berdampak pada peran aktif kalangan milenial dalam bekerja di sektor migas. Banyak ditemukan kendala dalam proses implementasi sebuah program atau kebijakan tertentu.

Kemudian, tidak sedikit milenial secara konsistensi, tidak sedikit dari kalangan milenial yang keluar dari industri migas.  Alasannya, mayoritas dari mereka pergi untuk mencari ruang kerja yang lebih fleksibel dan dinamis.

Hal inilah yang dikhawatirkan oleh Dony, dimana saat ini akan berkurang minat dari kalangan mudah untuk bekerja di sektor migas. Perusahaan migas yang dulunya menjadi idola, kini mulai tergantikan dengan kehadiran startup teknologi yang memberikan kebebasan dan tanggung jawab yang dinamis kepada para pekerjanya.

Sehingga Donny menganggap bahwa diperlukan suatu treatment khusus agar hal ini tidak terjadi dikemudian hari.

“Diperlukan treatment khusus dan wadah yang efektif untuk mengakomodir pola pikir milenial,” tambah Donny dikutip dari Marketers.

Sebagai catatan, saat ini di Industri penunjang migas kalangan Gen Y hanya berkisar 25% dari total jumlah pekerja. Angka ini dirasa kurang bila ingin memenuhi kebutuhan industri migas Indonesia.

Hal ini yang membuat Donny yakin, bahwa masalah utama milenial di industri migas bukan perkara gaji semata. Pasalnya masalah gaji yang besar bukan semata keinginan milenial. Seluruh generasi tentunya menginginkan gaji yang besar.

“Milenial lebih menekankan pada kebebasan berpendapat, berkreasi, waktu, dan suasana kerja yang fleksibel serta nyaman,” pungkasnya.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Berikan Komentar Terbaikmu