Mimika Kota Terbasah, Ini Dia Tempat Terbasah Dibumi Versi Rizensia

Mimika (50 mile), Papua Indonesia

Assalamu’allaikum…..

Rizensia.com – Setiap daerah memiiki vegetasi alam yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, kalau di Kota Bogor terkenal dengan kota hujan, sendangkan di kota Rizensia berdomisili yakni Kota Palu pun memiliki vegetasi alam yang berbeda. Di Kota Palu sendiri masyarakatnya mengenal dua musim yakni musim panas dan musim panas sekali (begitulah dagelan masyarakat palu).

Tapi taukah kamu bahwa di dunia ini ada beberapa daerah yang memiliki curah hujan yang begitu tinggi, bahkan setahun penuh kamu tak akan mendapatkan musim panas sehingga tempat tersebut dijuluki sebagai destinasi terbasah sedunia.

Berikut ini kami bagikan 6 tempat di dunia dengan curah hujan paling tinggi:

Mimika (50 mile), Papua Indonesia

Mimika, Papua Indonesia

Papua terkenal dengan bentangan alam yang menyimpan beribu-ribu keindahan, ternyata di satu daerah di Provinsi Papua yakni Kota Mimika menjadi daerah dengan curah hujan yang tinggi. Rata-rata curah hujan tahunan didaerah ini mencapai 12 ribu milimeter dan mengalami 329 hari hujan per tahun.

Curah hujan diwilayah Kota Mimika menjadi tempat terbasah dimuka bumi.

Foto via ExcitingIndia

Mawsynram, India

Dengan curah hujan tahunan rata-rata 11.871 mm, Mawsynram pun disebut sebagai desa terbasah di dunia. Penduduk desa harus menggunakan rumput sebagai alat kedap suara rumah dari suara hujan yang memekakkan telinga selama musim hujan.

Ahli meteorologi mengatakan lokasi Mawsynram, dekat ke Bangladesh dan Teluk Benggala, adalah alasan mengapa daerah ini menerima begitu banyak hujan.

“Yang terjadi adalah setiap kali air berkumpul lebih dari Teluk Benggala, menyebabkan curah hujan di atas Mawsynram, mengarah ke barat, musim hujan yang panjang,” kata Sunit Das dari Departemen Meteorologi India.

Youtube via Cherrapunji

Cherrapunji, India

Tempat terbasah ketiga di dunia masih dipegang oleh India, yaitu di Cherrapunji, dengan curah hujan tahunan rata-rata 11.777 mm.

Ironisnya, meskipun menjadi tempat terbasah kedua di Bumi, penduduk desa ini kekurangan air permukaan di musim dingin ketika tidak ada hujan turun sama sekali selama berbulan-bulan pada suatu waktu.

Selama musim hujan, hujan tak henti-hentinya menyerang wilayah itu, kadang-kadang selama 15-21 hari berturut-turut. Daerah ini juga terkenal dengan air terjunnya, bukit-bukit, dan jembatan akar hidup.

Tutendo

Tutendo, Kolombia, Amerika Selatan

Tutendo di Kolombia menjadi tempat keempat terbasah di dunia, dengan curah hujan tahunan rata-rata 11.770 mm.

Setiap tahunnya, ada dua musim hujan di wilayah ini. Tak mengherankan bila Kota terdekat dari Quibdo ini memegang gelar sebagai kota paling basah di dunia.

Cropp River

Cropp River, Selandia Baru

Cropp River memiliki curah hujan tahunan rata-rata sebesar 11.516 mm.

San Antonio de Ureca

San Antonio de Ureca, Bioko Island, Equatorial Guinea

San Antonio de Ureca adalah tempat paling basah di Benua Afrika, dengan curah hujan tahunan rata-rata 10.450 mm. Musim kemarau hanya dari bulan November sampai Maret, sedangkan sisanya adalah hujan deras.

Selama musim kemarau yang singkat, wisatawan dapat menyaksikan penyu datang ke pantai untuk bertelur.

Refrensi : CNN Indonesia

(Visited 2 times, 1 visits today)

Berikan Komentar Terbaikmu