Hikmah

Cerita Umar Ketika Menghidari Kenikmatan Dunia

  • 1
    Share

Assalamu’allaikum….

Rizensia.com – Umar adalah salah satu sahabat Muhammad SAW yang mempunyai kisah sukses dalam memimpin kaum muslimin, bahkan banyak kisah-kisah dari beliau ketika memimpin lebih menentingkan urusan rakyatnya ketimbang dirinya sendiri.

Namun pada kesempatan kali ini kami tidak berbicara masalah kepemimpinan umar, melainkan kami ingin mengisahkan satu cerita Umar ketika menghindar menikmati kenikmatan dunia dengan tujuan supaya tidak mengurangi kenikmatan di surganya kelak. Cerita ini kami kutip dari NU.or.id.

Suatu saat Sayyidina Umar radliyallahu anh sedang dilanda kehausan di waktu cuaca sekitar sedang panas. Betapa segarnya jika tenggorokan yang begitu kering, disiram dengan air dingin. Seperti bumi yang kering kerontang dihantam hujan deras yang pertama kalinya.

Kemudian, Ada satu orang yang bermaksud menghantarkan minuman air putih dingin untuk membantu dahaga Sayyidina Umar. Namun beliau menolak.

Lalu ada yang bertanya kepada Sayyidina Umar. “Ya Umar, engkau ini sedang kehausan. Tapi kenapa engkau justru menolak air yang kami berikan?”

“Iya, kalau minuman ini ada hubungannya dengan akhirat, aku tidak mau minum. Namun jika tidak ada hubungannya, aku mau minum. Aku khawatir, kesegaran yang kurasakan sekarang akan mengurangi kenikmatan di surgaku kelak.”

Cerita di atas disampaikan oleh KH Abdullah Kafa Bihi Mahrus dalam acara Haul KH Idris Marzuqi yang ke-4 dan Penutupan Ngaji Lapanan Kemis Legi yang dihelat di Aula Al-Muktamar, Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis, (26/4) dikutip dari NU.or.id

Kiai Kafa menimpali, kenikmatan di dunia akan mengurangi kadar kenikmatan di akhirat kecuali memang mendapat fadlal (anugerah) dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Hal inilah yang dilakukan oleh orang-orang Sufi terdahulu banyak yang menghindari kenikmatan -kenikmatan dunia. Lalu, bagaimana dengan kita yang selalu diselimuti dengan berbagai gemerlap kenikmatan dunia yang fana ini?? 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *