Hikmah, InfoIs

Ketika 4 Golongan Ini Berebut Masuk Surga

Ilustrasi
Ilustrasi

Assalamu’allaikum…..

Rizensia.com – Siapa yang tidak ingin masuk kedalam surga? Pasti semuanya ingin masuk surga, karena surgalah dunia yang sebenarnya dan tempat kebahagiaan yang hakiki/kekal.

Nah pada kesempatan kali ini kami ingin membagikan kisah tentang 4 golongan yang berebut untuk masuk kedalam surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Keempat golongan tersebut yakni orang alim, syahid, kaya, serta haji mabrur. Bahkan Allah SWT harus mengutus Malaikat Jibril untuk menyelesaikannya, lalu bagaimana cara Jibril menyelesaikannya? Berikut al kisahnya

Dari ke 4 golongan tersebut akhirnya Malaikat Jibril memanggil satu persatu golongan-golongan tersebut dan pertama kali yang ditanya oleh Malaikat Jibril adalah orang yang mati syahid. “Apa yang engkau kerjakan di dunia semasih hidup sehingga merasa berhak masuk surga terlebih awal?”

“Saya terbunuh dalam peperangan demi membela agama dan mencari ridha Allah,” jawabnya.

Kemudian Malaikat Jibril justru balik bertanya, darimana informasi yang menyebutkan bahwa orang syahid berhak masuk surga? Ternyata yang bersangkutan menjawab bahwasanya penjelasan tersebut didapat dari gurunya kala masih di dunia.

“Tidakkah engkau malu kepada orang yang menyampaikan kabar ini? Kamu tidak sopan dan sebaiknya mundur lantaran tidak berhak masuk surga lebih awal,” jawab Jibril.

Orang kedua yang ditanya adalah haji mabrur, dengan pertanyaan yang sama seperti di awal. Ternyata jawabannya sama bahwa kabar tentang masuknya para haji mabrur diperoleh dari sang guru. Dengan serta merta yang bersangkutan mundur teratur.

Pertanyaan juga disampaikan kepada orang kaya nan dermawan. “Nyatanya, jawaban yang disampaikan sama saja yakni dirinya mendapat informasi tersebut dari ulama dan gurunya.”

Akhirnya, Malaikat Jibril langsung mempersilahkan kepada ulama dan orang alim ini untuk masuk surga lebih awal dengan tanpa melewati proses pertanyaan seperti tiga orang sebelumnya. “Namun apa yang terjadi? Ternyata sang ulama menolak dengan alasan dirinya merasa tidak pantas masuk surga.”

Orang alim ini beralasan bahwa dirinya justru tidak pantas masuk surga mendahului yang lain. “Saya hanya menyampaikan ilmu Allah, dan saya tidak ada artinya kalau tanpa kedermawanan dan kebaikan orang kaya.”

Sejumlah dialog ini akhirnya disampaikan kepada Allah SWT. “Allah memerintahkan kepada Malaikat Ridwan untuk membuka pintu surga dan mempersilakan orang kaya dermawan untuk masuk surga lebih awal, serta disusul ketiga golongan setelahnya.”

Hikmah Dibalik Kisah Ini

Dari kisah ini memberikan penjelasan bahwa peran orang kaya yang disertai dengan sifat dermawan sangat dibutuhkan. “Banyak sarana dakwah dan kebaikan justru akan tertunda bahkan gagal tanpa ditopang pembiayaan yang cukup.”

Karenanya, memiliki para aghniya atau orang kaya namun juga diimbangi dengan kedermawanan tinggi sebagai penunjang suksesnya dakwah Islam. “Merekalah yang layak memperoleh surga terbaik, bahkan mendapat prioritas utama untuk masuk lebih awal.”

Sumber : Kisah ini dijelaskan Ustadz H Farmadi Hasyim pada kajian usai shalat Subuh di Masjid al-Akbar Surabaya, Rabu (27/12/2017).

“Penjelasannya ada di kitab Durratun Nasihin karya Assyekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Assyakir al-Hubiri tepatnya di halaman 16.

Link Web : http://www.nu.or.id/post/read/84735/siapa-yang-paling-awal-masuk-surga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *