PLN Lego 2 PLTU Pelabuhan Ratu dan Pacitan Senilai US$1,6 Miliar

Demi mendukung kampanye penurunan emisi karbon, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PLN tengah berusaha melego Pembangkit PLTU yang dimilikinya
Assalamu'allaikum...

Ilustrasi PLTU
Ilustrasi PLTU. Foto laman resmi ESDM

rizensia - Demi mendukung kampanye penurunan emisi karbon, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN tengah berusaha melego Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimilikinya.

Dalam perencanaan awal terdapat dua PLTU yang akan dilego oleh perusahan listrik itu, dimana PLTU Pelabuhan Ratu dan PLTU Pacitan. Kedua PLTU tersebut berkapasitas 3 x35 megawat (MW).

Adapun nilai penjualan PLTU itu sebesar US$800 juta atau setara Rp12,3 triliun per satu unit PLTU.

Nah, dari kedua PLTU yang coba dilepas PLN tersebut, PLTU Pelabuhan Ratu telah mendapat pembeli yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama dalam bentuk principal framework agremeent di sela-sela SOE Conference pada Selasa (18/10/2022).

Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengatakan, kerja sama antara kedua BUMN ini bertujuan untuk mempensiunkan PLTU Pelabuhan Ratu lebih cepat. PTBA nantinya akan mengambilalih mayoritas saham PLTU Pelabuhan Ratu. 

"Ini menjadi model bagaimana keseriusan BUMN, memastikan kami siap memasuki transisi energi," ujar Pahala dalam Konferensi Pers SOE Conference, dikutip dari Katadata, Rabu (19/10/2022).

Pahala menjelaskan, Indonesia Power [anak usaha PLN] nantinya masih akan memiliki sebagaian saham dari PLTU Pelabuhan Ratu. Namun, besaran saham yang akan diambil alih oleh PTBA hingga kini masih dalam proses diskusi.

Pahala menambahkan, ada beberapa persyaratan yang melekat dalam pengambilalihan PLTU ini. Salah satunya, mempersingkat sisa masa pensiun PLTU Pelabuhan Ratu dari 24 tahun menjadi 15 tahun. Pemangkasan masa penisun PLTU ini diperkirakan dapat memangkas emisi karobondioksida setara 51 juta ton.  

Direktur Transmisi dan Sistem Perencanaan Evy Hariyadi menjelaskan, nilai PLTU pelabuhan Ratu yang diakuisis mencapai US$ 800 juta atau setara Rp 12 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.400 per dolar AS. Pengambilalihan PLTU ini akan menggunakan skema energi transition mecanishm yang disusun oleh Kementerian Keuangan.
***

Email: [email protected]
WA: 089657444900
Kami hadir di GOOGLE NEWS

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!
© 2015 - rizensia - PT Rizensia Invest Sedaya.
Sahabat Investasi Kamu! | All rights reserved.