TV

Apakah Perubahan GlobalTV menjadi GTV, Ingin Goyang Pasar RTV?

Logo RTV dan GTV
Logo RTV dan GTV

Assalamu’allaikum….

Rizensia.com – Betul atau tidak tujuan perubahan nama Globaltv menjadi GTV (dibaca ji-ti-vi) adalah tanda keinginan pemilik stasiun TV tersebut merebut pasar RTV.

Melihat siaran GTV beberapa hari ini mempunyai kemiripan dengan segmen yang di sasar oleh RTV, GTV sendiri mempunyai slogan “Pilihan Terbaik Keluarga Indonesia”.

Tentu dengan perubahan ini menjadikan kedua stasiun TV ini mempunyai segmen penonton yang sama, menyasar penonton keluarga.

Meski RTV adalah stasiun TV yang baru seumur jagung tapi tak membuat hal itu menjadi patokan penguasaan penonton, karena jaman sekarang penonton lebih pintar dalam memilih siaran yang lebih informatif dan tentunya mendidik dan menghibur.

Seperti dikutip dari Swa.co.id, mengudara selama tiga tahun Rajawali TV (RTV) telah masuk peringkat sepuluh besar. Bahkan pada laporan bulan April 2017 RTV menempati posisi 10 besar TV nasional, kini mereka ingin menyasar posisi diatas 10 besar (tier 2) pada tahun ini.

Cara RTV untuk mendongkrak penontonya dengan melakukan penambahan program baru. Sehingga bisa mendongkrak kinerja stasiun TV tersebut.

Dikitip dari Swa.co.id. Dirut RTV, Artine S. Utomo menuturkan RTV masih mengandalkan sinetron lama yang ditayangkan kembali.

“Kami akan membuat serial Indonesia tapi bukan yang kejar tayang. Kami utamakan kualitas. Kami juga akan memperbanyak acara off air untuk meningkatkan awareness penonton pada stasiun TV ini,” katanya.

RTV juga mengandalkan serial Korea selain mengandalkan serial Indonesia jaman dulu yang mana sangat populer dimasyarakat Indonesia untuk mereka tayangkan kembali di stasiun tv tersebut.

“Saat ini, kami mengandalkan sinetron Indonesia. Bedanya dengan TV papan atas, kami memutar lagi sinetron lama yang bagus. Ternyata, masih banyak penggemarnya. Mereka ada yang bilang kangen, ada juga penonton baru yang suka dengan alur cerita yang tidak terlalu cepat berubah,” tutur wanita lulusan Trisakti ini.

Artine menambahkan, langkah ini berbuah manis. Posisi RTV yang semula di peringkat 12-13, bisa naik ke peringkat 10. Peminatnya, tak hanya ibu-ibu, tapi juga anak-anak muda karena ada sinetron yang diproduksi di awal tahun 2000-an. Selain tayangan sinetron lama, program andalan RTV yang lain adalah program anak-anak yang diproduksi sendiri. Program ini bahkan sukses meraih penghargaan dari Komisi Penyiaran Indonesia untuk kategori tayangan ramah anak.

“Stasiun TV lain tidak buat acara sendiri acara anak-anak, hanya RTv yang buat ini. RTV audience share-nya dari 1,6, lalu 2, dan sekarang sudah 2,9,” katanya.

“Untuk audience share untuk prime time nya dari 1,3 pada Q3 tahun lalu, naik jadi 1,8 jelang akhir tahun. Jadi 3,5 itu setelah perubahan menayangkan sinetron lama. Sedang di waktu non prime time dari 1,4 Q3 tahun lalu jadi 2,3 di awal tahun ini.”

Kemungkinan hal inilah yang digapai oleh MNC Media dalam merubah citra Global TV menjadi stasiun tv keluarga. Perubahan brand menjadi GTV bertujuan untuk menjangkau permirsa keluarga yang sekarang ini menjadi pasar potensial untuk digarap stasiun tv nasional.

Selama memakai brand GlobalTV, stasiun TV suasta itu tujuan segmentasi penontonya dinilai banyak orang mengambang dan tak ada tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X