Teknologi

Jual Smartphone Murah, Begini Cara Xiaomi Ambil Keuntungan Besar

Ilustrasi Xiaomi via GSMArena

Assalamu’allaikum….

Rizensia.com – Smartphone pabrikan China memang begitu menggoda bagi para pengguna yang ingin menikmati teknologi yang sekelas dengan smartphone keluaran produsen merek terkenal diluar dari China, sebagai contoh adalah  Xiaomi Mi Mix 2 yang keduanya mengusung layar full screen dengan tampilan yang modern dan spesifikasi papan atas serta mewah, akan tetapi mempunyai harga tak lebih separuh dari Samsung Note 8 atau iPhone X sekalipun.

Ini tentunya tidak masuk diakal jika kita memperhatikan dari segi teknologinya, diluar dari material dan lainnya. Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi? Kenapa lalu dari mana Xiaomi mendapatkan keuntungan? 

Menurut analisa Phone Arena yang mengambil contoh Xiaomi, Android yang diusung oleh Xiaomi ternyata menggunakan antarmuka mereka sendiri. Sehingga ketika Xiaomi menggunakan antarmuka MIUI  milik mereka sendiri, maka smartphone Xiaomi kita akan menjadi lebih lebih playful, tetapi dibalik antar muka ini Xiaomi menyisipkan iklan didalamnya.

Dalam hal ini, MIUI. MIUI tak cuma sekedar ‘kulit’ yang membuat laman antarmuka smartphone Xiaomi kita jadi lebih playful, namun antarmuka ini disisipi oleh iklan. Seperti dikutip Rizensia dari Merdeka.com.

Ternyata iklan tersebut bukan malware/bug yang menyusup di smartphone, akan tetapi iklan itu adalah iklan yang memang disediakan oleh Xiaomi, sehingga bisa dibilang ini merupakan sebuah fitur pabrikan.

Jadi, sangat kecil kemungkinan bagi Anda pengguna Xiaomi dalam membeli smartphone tanpa sistem periklanan di dalamnya.

Jadi, jika Anda pengguna Xiaomi, Anda tidak bisa membeli smartphone Xiaomi ini tanpa sistem periklanan di dalamnya. Dikutip dari merdeka.com

Tetapi Anda jangan khawatir, karena setelah ditulusuri sistem seperti ini hanya berlaku secara resmi di China, dan di Indonesia hal ini tidak terjadi. Jadi sekarang kita tak boleh heran, kenapa Xiaomi sampai bisa menguasai pasar terbesar di China setelah Huawei karena dari sistem periklanan itu Xiaomi sudah mendapatkan pundi keuntungan yang berkali-kali lipat.

Dari sinilah, bisa disimpulkan bahwa Xiaomi sebenarnya menggunakan sistem subsidi silang untuk produknya. Hal itulah mengapa smartphone mereka dipatok dengan harga murah, tetapi juga menerima komisi iklan yang besar.

Kemudian, hal yang membuat Xiaomi mendapatkan keuntungan dengan cara memakai sistem efisiensi. Karena pihak Xiaomi tidak memiliki store resmi dan keputusan berjualan online dengan menggandeng e-commerce, hal ini tentu akan memangkas biaya pembangunan toko, gaji pegawai dan aspek lainnya dalam mebiat toko resmi.

Kemudian budaya Xiaomi dalam beriklan yang unik karena lebih memaksimalkan beriklan menggunakan sosial media ketimbang beriklan di billbroad, televisi, portal berita. Ini terbalik dengan brand lain yang jor-joran melakukan promosi di televisi, billbroad, portal berita dan membangun toko resmi mereka.

Refrensi : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *