Teknologi

7 Startup Lokal Yang Gagal Berkembang

Assalamu’alaikum….

Perkembangan stratup di Indonesia akhir-akhir ini terus berkembang, bahkan ada beberapa startup yang tembus sampai di international dan mendapat pendanaan yang besar. Tetapi ada juga startup yang jauh dari kata sukses, sehingga mereka rela bergabung atau menutup layanannya.

Ilustrasi Startup. Foto via bpje.org
Ilustrasi Startup. Foto via bpje.org

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi startup gulung tikar dalam beberapa tahun terakhir dikarenakan ketatnya persaingan, perencanaan bisnis yang kurang matang, dan kurangnya permodalan, sehingga mereka harus menutup layanan mereka atau merger dengan startup lainnya.

Ketika ada startup yang tutup pemerintah juga tengah menggenjot terbentuknya 1.000 startup, lalu apa pendapat dari MenKominfo.

“Penutupan startup tidak mempengaruhi Program 1.000 Startup. Program ini untuk yang benar-benar baru, bukan yang sudah ada”. Dikutip dari Katadata.co.id

Langsung saja, Rizensia.com bagikan 7 startup yang gagal berkembang sehingga menutup layanan mereka. Yang pertama datang dari startup jasa asisten pribadi yaitu YESBOSS, dimana startup ini berdiri pada 2 Juni 2015 dan akan menghentika layanannya pada 31 Oktober mendatang, alasan penutupan startup ini diduga beralih bisnis atau meghentikan layanan mereka.

HaloDiana (stratup jasa asisten pribadi) dimana berdiri pada November 2015, startup ini harus menghentikan layananya pada bulan April 2016. Berhentinya startup ini diduga tidak berhasil mendapatkan investasi eksternal untuk operasional mereka.

Shopious toko online khusus fesyen, hadir pada tahun 2013 berselang beberapa tahun tepatnya pada April 2016 mereka resmi menutup layanannya. Alasan penutupannya dikarenakan kekecewaan pendiri terhadap dunia startup Indonesia.

PARAPLOU adalah pionir E-Commerce di Indonesia, sebelumnya bernama Vela Asia. Hadir di Indonesia pada bulan Januari 2011, meski menjadi salah satu pionir toko online tak membuat bisnisnya berjalan lancar kemudian ditambah dengan persaingan pasar dan sulit mendapatkan modal membuat mereka menutup layanannya pada bulan Oktober 2015.

Sebelum kita mengenal Traveloka menjadi startup dengan layanan travel online, terlebih dahulu ada Valadoo!. Valadoo! sendiri hadir pada akhir tahun 2010, setelah lebih dari 5 tahun beroprasi startup ini akhirnya menutup layananya pada 30 April 2015, karena tidak mampu menentukan arah dan perencanaan bisnis yang kurang matang.

Lamido E-Commerce Fesyen yang hadir pada bulan September 2013, dikarenakan masalah permodalan, menajemen mereka memilih bergabung dengan Lazada pada Maret 2015.

Inapay layanan rekening bersama hadir pada tahun 2011 dan memilih menutup layanan mereka pada 25 January 2015. Alasan penutupan startup ini banyak tantangan yang belum terpecahkan, mulai dari edukasi hingga regulasinya.

Itulah ke 7 startup yang gagal berkembang dan akhirnya menutup layanan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X