Inspirasi, Teknologi

Soal Mesin Pencari Cina Punya Baidu, Vietnam Punya Coc Coc. Indonesia?

Assalamu’alaikum….

Penolakan pajak oleh Google membuat pemerintah Indonesia geram, akhirnya memunculkan beberapa isu seperti pemblokiran mesin pencari itu dan rencana Indonesia membuat mesin pencari sendiri sebagai pengganti Google.

Coc Coc mesin pencari milik Vietnam.
Coc Coc mesin pencari milik Vietnam. Screenshot milik Rizensia

Keluar dari masalah itu. Kita mungkin hanya mengetahui negara Cina saja yang mempunyai mesin pencari sendiri (Baidu) yang sukses menjadi raja serta menggeser dominasi Google. Tenyata diluar dari negara Cina, negara tetangga kita Vietnam juga mempunyai mesin pencari sendiri. Layaknya Google, mesin pencari milik Vietnam tersebut sukses menjadi mesin pencari utama di negara itu.

Bahkan perlawanan yang diberikan oleh mesin pencari milik Vietnam tersebut membuat Google sedikit kewalahan. Coc Coc adalah mesin pencari yang berasal dari Vietnam. Pada bulan Febuari lalu, Coc Coc mengamankan pendanaan seri B sebesar $14 juta (sekitar Rp194 miliar) dari perusahaan asal Jerman, Hubert Burda Media untuk membantu meningkatkan pertumbuhan serta teknologi perusahaan.

Co-Founder dan CEO Victor Larenko, mengatakan kalau uang tersebut akan dialokasikan untuk memperkenalkan search engine mereka di Asia Tenggara, meskipun ia tak memaparkan secara rinci rencana tersebut.

Bersumber dari Tech In Asia bahwa mesin pencari tersebut mendapatkan rata-rata 2,9 juta pencarian per hari di Vietnam pada bulan Desember. Bahkan data itu terus tumbuh dengan rata-rata harian sebesar 3,7 juta pada bulan Januari 2013.

Coc Coc memiliki 8,7 juta pengguna aktif perbulan , yang didukung oleh nomor ComScore menunjukan delapan juta pengguna aktif bulanan. Kemudian, data dari situs Alexa rank menunjukan bahwa Coc Coc menempati posisi puncak dinegara Vietnam, selanjutnya disusul oleh Google di urutan kedua.

Data 2016. Screenshot milik Rizensia
Data 2016. Screenshot milik Rizensia

Di sektor mobile layanan yang diberikan Coc Coc pun sangat lengkap, mereka memiliki web browser berbasis desktop dan platform iklan. Dari browsernya tersebut Coc Coc menarik 4,1 juta pencarian setiap harinya, tetapi beberapa dari pengguna juga ada yang pergi ke mesin pencari lain jika pengguna mengubah pengaturan defalut. Browser tersebut tersedia di OS Windows dan OS X.

Setelah mengalakan Google di Vietnam, rencananya startup ini  ingin mengembangkan versi mobile dari browser web tahun 2015. Di Vietnam sendiri populasi penduduk dengan 90 juta, memiliki 40 juta pengguna aktif dan 32.400.000 pengguna web mobile.

Apakah negara kita (Indonesia) ingin mengikuti jejak negara Cina dan Vietnam, kita tunggu saja kelanjutannya tentang mengejar wajib pajak Google, serta perkembangan isu memblokir Google dan ide membuat mesin pencari sendiri.  🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X