MotoGP, Sport

MotoGP 2016 Menjadi Musim Crash Terbanyak, Michelin Ingin Berubah

Assalamu’allaikum…

Kehadiran Michelin pada tahun ini memunculkan berbagai pro dan kontra. Pro dan kontra tersebut muncul dari para Raider yang beranggapan terdapat masalah pada ban yang di keluarkan oleh Michelin itu sendiri.

Tercatat hingga seri GP Malaysia terdapat 1.011 pembalap yang mengalami crash. Ini membuat musim MotoGP 2016 menjadi musim paling banyak terjadi crash dibandingkan GP musim 2015 yang berjumlah 976 crash. Musim ini tinggal menyisakan satu seri lagi yaitu di Valencia.

Michelin. Foto via LAzone.id
Michelin. Foto via LAzone.id

Banyak yang mengatakan bahwa terjadinya beberapa insiden balapan terjadi karena faktor utamanya karena Michelin dan berbagai regulasi pada ECU.

Michelin sendiri menjadi produsen utama ban di MotoGP pada tahun ini, sebelumnya mereka juga menjadi pemasok ban resmi pada musim 2008 silam. Kehadiran kembali Michelin membuat beberapa tim mengubah kembali strateginya, karena beberapa  raider lebih suka dengan ban yang di buat Bridgestone karena cukup memanjakan.

Masalah yang sering terjadi pada ban michelin adalah ban yang lebih cepat tergerus. Hal inilah yang membuat beberapa seri di pangkas putaran balapannya yang tadinya 25 menjadi 20 lap saja.

Sekarang tinggal menyisakan satu balapan lagi yaitu GP Valencia, Michelin beranggapan bahwa di GP Valencia justru menjadi awal musim 2017, karena mereka akan menjalani pengujian penting setelah lomba akir pakan nanti di Valencia. Seperti penyataan Piero Taramasso, menajer roda dua Michelin.

“Valencia akan menjadi balapan terakhir kami pada musim 2016. Tapi ini justru merupakan awal musim 2017, karena kami akan menjalani pengujian penting setelah lomba akhir pekan di Valencia,” ungkap manajer roda dua Michelin, Piero Taramasso.

Lanjut, Piero bahwa musim ini berjalan dengan menarik dan begitu banyak tantangan yang mereka harus hadapi, ia berharap di seri terakhir ini tidak terjadi masalah. Michelin juga telah banyak belajar dari banyak perbandingan pengujian, mereka ingin masalah-masalah tersebut bisa teratasi. Ini dia pernyataannya, dikutip dari LAzone.id

“Musim ini berjalan menarik, dengan begitu banyak tantangan khususnya masalah waktu. Tapi kami berharap itu tidak terjadi akhir pekan ini,” katanya.

“Kami belajar banyak dari perbandingan pengujian tahun lalu dan bannya sendiri akan sangat berbeda. Lintasannya bisa menjadi dingin pada pagi hari dan tidak banyak memiliki daya lekat. Jadi kami mesti bisa mengatasi masalah ini,” tandasnya.

Semoga saja di tahun depan perubahan bisa terjadi pada ban dari Michelin, agar tak ada lagi pro dan kontra kembali muncul untuk ban Michelin.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X