Info Palu

Mengenal Siga Penutup Kepala Dari Suku Kaili

TRADISI PAKAI SIGA – Walikota Palu Drs Hidayat MSi memasangkan Siga (Penutup Kepala Suku Kaili) kepada Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said pada suatu kesempatan. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Assalamu’allaikum….

Rizensia.com – Keberaneka ragama suku di Indonesia sudah lama telah diakui oleh dunia, dimana negara yang membentang dari Sabang sampai Marauke ini mempunyai banyak suku dan etnis di dalamnya. Maka perbedaan ini patutlah kita jadikan motivasi untuk memperkuat jalinan tali silaturahmi, agar terciptanya Indonesia yang damai dan aman.

Berbicara soal pakaian adat, disetiap daerah tak diragukan lagi pasti mempunyai pakaian adat masing-masing, tentunya dari pakaian adat itu mempunyai filosofi, seni dan makna yang sangat tinggi.

Untuk suku Kaili sendiri dalam berpakaian adat untuk kaum prianya menggunakan penutup kepala Siga. Siga merupakan ikat kepala yang terbuat dari kain, dimana kain tersebut bermotif batik bomba yang mensimbolkan kebesaran dan penghargaan bagi pemakainya. Duluhnya Siga digunakan oleh para bangsawan di dataran lembah Palu.

Siga sendiri adalah sebuah kain ikat yang berbentuk persegi empat berukuran kurang lebih 150 cm x 150 cm. Kemudian, kain dilipat berbentuk segitiga, selanjutnya dililitkan di kepala sedemikian rupa.

Dimasa sekarang masyarakat biasanya menggunaan Siga ketika adanya Pesta Perkawinan, Upacara Adat atau Penyambutan Pejabat-pejabat penting dan acara-acara tertentu lainnya.

Namun, satu tahun belakangan ini (dimulai 2016) lingkup Pemerintah Kota Palu mulai mewajibkan untuk membudayakan penggunaan ikat kepala khas suku Kaili tersebut, membuat penggunaan Siga sekarang menjadi populer di kalangan Masyarakat Kota Palu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X