Otomotif

Dengan Beraliansi Merek Otomotif Ini Bisa Menguasai Pasar Dunia

Ilustrasi Nissan. Foto via Bloomberg

Assalamu’allaikum….

Rizensia.com – Ternyata tak hanya negara saja yang menggunakan sistem persekutuan demi memperkuat posisi mereka di mata dunia, tetapi di industri otomotif dewasa ini mulai memperkuat posisi mereka dengan membuat suatu aliansi yang kuat. Baik itu dengan cara mengakusisi merek otomotif satu dengan yang lain atau cuma melakukan kerja dalam pengembangan teknologi saja.

Kita ambil saja salah satu contoh antara Toyota dengan Daihatsu, di Indonesia kedua merek ini sudah mengeluarkan beberapa produk dari hasil kerja sama antara keduanya. Bahkan belum lama ini kedua merek tersebut telah melakukan kesepakatan dimana Toyota resmi mengakusisi Daihatsu.

Nissan pun telah melakukan hal serupa, dengan jumlah merek otomotif yang lebih besar mereka berencana menjadi produsen mobil terbesar di dunia. Mereka akan menggunakan potensi besarnya antara Renault, Nissan dan Mitsubishi untuk memangkas biaya engineering dan belanja perusahaan.

Dan untuk bisa mencapai angka pencapaian tertinggi, maka penjualan gabungan aliansi Nissan tentunya harus melebihi volume rival mereka seperti aliansi Volkswagen dan Toyota. Agar aliansi Nissan bisa menguasai pasar dunia.

“Berdasarkan data penjualan dari tiga bulan pertama tahun ini, kami memperkirakan aliansi bisa menjadi grup otomotif terbesar pada pertengahan tahun,” kata Carlos Ghosn, yang saat ini juga sebagai chairman Mitsubishi dan Renault.

“Ini tidak pernah menjadi tujuan, tapi itu harus memberi kami kepuasan besar. Langkah selanjutnya adalah memanfaatkan skala kami dengan cara yang memperkuat daya saing,” tutur Ghosn pada rapat umum pemegang saham Nissan, melansir AutonewsMinggu (9/7/2017).

Data penjualan pada kuartal pertama dengan penjualan penumpang ritel dan penjualan kendaraan komersil ringan naik 7,9 persen menjadi 2,65 juta unit, yang meliputi merek Renault, Nissan, Mitsubishi dan mitra Rusia AvtoVAZ.

Kemudian, Toyota mengikuti di posisi 2 dengan penjualan naik 2,9 persen menjadi 2,49 juta dalam tiga bulan pertama, menurut perhitungan aliansi tersebut. Volkswagen membulatkan tiga besar dengan volume 2,45 juta kendaraan pada periode tersebut. Tetapi penjualannya menurun 0,7 persen.

Keuntungan Beraliansi

Setidaknya industri otomotif yang telah membangun aliansi akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti rampingnya biaya bersama, memanfaatkan kedaraan komersial ringan, berinvestasi dalam teknologi masa depan. Berikut penjelasan dari Ghosn yang dikutip dari Autonews :

Sisi Biaya Bersama Lebih Hemat

Dari pembuatan aliansi menbuat biaya lebih hemat, Ghosn mengatakan bahwa dia menargetkan penghematan sebesar 5,5 miliar euro ($ 6,16 miliar) pada tahun 2018, naik dari 4,3 miliar euro ($ 4,82 miliar) pada tahun 2015.

Pada tahun 2020, sekitar 70 persen kendaraan aliansi akan diproduksi di platform umum, ia menambahkan. Itu akan mengurangi biaya pengadaan rata-rata 30 persen per kendaraan dan menebang biaya rekayasa rata-rata 40 persen per kendaraan, Ghosn meramalkan.

Memanfaatkan Komersial Ringan

Unit bisnis kendaraan komersial ringan baru, yang diumumkan pada bulan Maret, akan memperluas jangkauan aliansi ke segmen ini, memanfaatkan keahlian Renault di van, Nissan di pickup dan SUV Mitsubishi.

Berinvestasi Dalam Teknologi Masa Depan

Nantinya, aliansi tersebut akan berinvestasi di tiga bidang utama teknologi generasi mendatang: drivetrains bertenaga listrik, mengemudi otonom dan konektivitas mobil. “Model operasi kami,” kata Ghosn, “memungkinkan kita mengembangkan teknologi di setiap domain untuk setiap pasar tanpa kompromi atau cacat.”

Refrensi Artikel :

http://www.autonews.com/article/20170703/OEM02/170709975/Renault-Nissan-Ghosn-sales

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X