Opini

Benarkah Berinvestasi StartUp Mempunyai Masa Depan Tak Menentu?

StartUp
StartUp

Assalamu’allaikum……

Rizensia.com – XL Axiata secara mengejutkan mengambil langkah yang mengagetkan, karena Operator milik TM Malaysia itu mengambil langkah melepas kepemilikan saham mereka di situs eCommerce Elevenia.

Langkah yang sama pun juga sebelumnya telah dilakukan oleh SK Planet, dimana mereka secara mengejutkan menarik diri dari Indonesia dengan melepas 50% kepemilikian saham Elevenia. Sehingga 100 % saham Elevenia (XL Axiata 50% dan SK Planet 50%) beralih ke PT Jaya Kencana Mulia Lestari dan Superb Premium Pte. Ltd. Anak usaha dari Group Salim.

Alasan dari XL Axiata dan SK Planet melepas kepemilikan saham mereka sama, dimana mereka ingin lebih fokus ke bisnis utama mereka. Dimana bisnis utama XL Axiata sebagai operator seluler, sendangkan SK Planet fokus bisnis eCommerce mereka di Korea Selatan.

Ini menambah catatan panjang tentang perjalanan StartUp di Indonesia, tak hanya di bidang eCommerce tetapi disektor lainnya. Persaingan antara StartUp satu sama lain kian hari terus meningkat, belum lagi mayoritas StartUp masih bergantung pada Investasi dari investor karena mereka belum menghasilkan profit/keuntungan, dan menjadi tantangan besar jika rival StartUp tertentu mendapatkan pendanaan dari Investor besar.

Faktor inilah membuat XL Axiata mengambil langkah melepas eCommerce Elevenia, mengikuti jejak Indosat Ooredoo yang menutup Cipika.co.id.

“Keputusan ini kami ambil melalui perhitungan yang cermat terhadap berbagai opsi yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, Hal ini memungkinkan kami untuk lebih fokus sebagai penyedia jasa layanan telekomunikasi data, sedangkan dukungan terhadap industri eCommerce akan tetap kami lakukan melalui fitur-fitur digital di layanan data yang kami sediakan untuk pelanggan,” kata President Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini dalam keterangan resminya, Kamis (24/8).

Menurutnya, sektor eCommerce telah tumbuh sangat pesat dengan terlalu banyak pemain, kompetisi yang ketat akhirnya mendorong sektor ini ke dalam model bisnis dengan investasi besar. Pendatang baru dari pemain besar yang didukung oleh investor raksasa telah menyebabkan kompetisi yang semakin keras dan jurang ketidakpastian yang semakin dalam terhadap tercapainya profitabilitas. Dikutip dari Indotelko.con

Industri StartUp sebenarnya mempunyai masa depan yang cerah, karena melalui layanan StartUp membuat aktivitas manusia lebih terbantu dan lebih simpel. Bahkan para pengamat digital memprediksikan bahwa kedepanya di tahun 2020 sektor StartUp eCommerce bisa menghasilkan jumlah transaksi yang berlipat ganda dari hasil transaksi pada 2017.

Akan tetapi untuk menggapai itu diperlukan dana yang cukup besar untuk memuluskan cita-cita StartUp tersebut. Jadi tak heran jika banyak StartUp berlomba-lomba bersolek untuk mendapatkan perhatian para Investor besar. Di Indonesia sendiri afiliasi Alibaba Group dan Tencet Group begitu jorjoran berinvestasi dibidang ini.

Tentu dengan mendapat sokongan dari investor besar tak hanya menambah kekuatan dari StartUp tetapi juga pamor dan kepercayaan di masyarakat akan semakin tinggi, tapi hal berbeda terjadi pada StartUp kelas menengah karena masih dalam tahap berkembang dan pendanaan yang terbatas pastinya akan kalah bersaing dan jurang ketidak pastian akan selalu menghampiri StartUp tersebut. 

Pertumbuhan  StartUp tiap tahun yang terus meningkat, nanti dari banyaknya StartUp tersebut seleksi alam akan memilih StartUp mana saja yang bertahan dan memanen buah kemenangan itu. Sektor StartUp sekarang masih dalam tahap berkembang sehinga memerlukan dana yang cukup besar untuk membangun kerajaan StartUp yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X