Lifestyle

Burger Unik Berbahan Belatung

Belatung Kumbang Hitam dijadikan sebagai bahan Bux Burger. Screenshot DW Indonesia

Assalamu’allaikum…..

Rizensia.com – Memakan serangga bagi masyarakat di benua asia menjadi hal yang biasa, namun untuk di benua eropa makan serangga menjadi hal yang tabu. Tapi hal ini berubah setelah perusahaan start-up makanan memperkenalkan burger ekologis dimana berbahan belatung serangga yang mengandung lebih banyak protein dan zat besi ketimbang burger pada umumnya.

Pembuatan burger berbahan serangga ini ternyata hanya memproduksi emisi CO2 seratus kali lipat lebih sedikit ketimbang burger yang menggunakan daging sapi. Ini tentunya menjadi tren baru di benua biru tersebut.

Seperti diberitakan oleh Dw Indonesia, Bahan dasar Burger ini adalah larva dari kumbang hitam yang telah digiling sebelumnya.

Proses pembuatan Burger larva serangga bersama Baris Ozel dan Max Kramer. Screenshot DW Indonesia

Bugfoundation menjadi perusahaan pencetus asal mula ide pembuatan Bux Burger berbahan larva serangga, dimana Baris Ozel bersama Max Kramer menciptakan ide tersebut.

Baris Ozel menceritakan “asal mulai ide ini ketika ia berwisata keliling dunia, ketika itu ia mulai mengenal serangga yang bisa dikonsumsi pada 7 tahun silam”.

Awal mula, “mereka memaparkan ide ini kepada teman dan keluarga, ketika itu mereka berkata kalian gila, tidak mungkin sukses”. Tapi hal itu berubah, “sekarang mereka berkata ooo…. Ini keren dan kapan bisa mencoba burger berbahan serangga tersebut”.

Baris Ozel dan Max Kramer telah mengembangkan Burger ini kurang dari setahun, dimana cara pembuatanya larva/belatung dicampur bersama kacang, air, dan bumbu rahasia kemudian dicampur menjadi satu.

Mereka berharap hal ini bisa menjadi contoh kepada negara-negara berkembang, dimana negara-negara tersebut lebih mencontoi negara barat dalam hal makanan.

Asal Mula Larva Kumbang Hitam

Budidaya Belatung Kumbang Hitam. Screenshot DW Indonesia

Larva bahan Burger seranga tersebut berasal dari Kota Emelow di Belanda, dimana mempunyai perusahaan yang pembudidaya serangga ini untuk dijadikan pakan ternak dan bahan kosmetik. Namun belakangan akibat perkembang biakan larva yang melebih, membuat larva ini dijadikan sebagai makanan untuk manusia.

Perlu Anda ketahui, bahwa setidaknya 2 miliyar warga di dunia telah mengkonsumsi serangga setiap harinya, tapi untuk di Eropa ini menjadi hal yang tabu.

Nico Rood, Menajer dari Pabrik serangga itu mengatakan “Dalam 5 tahun kedepan makan serangga menjadi makanan yang normal, ini akan menjadi bahan dasar banyak produk makanan”. ujarnya

Ia menambahkan bahwa “5 tahun lagi kita semua akan memakan serangga”.

Belatung serangga sendiri adalah sumber protein, dimana ia memiliki 50% kandungan protein didalamnya. Sehingga serangga bisa menjadi makanan yang kaya akan gizi. Bagaimana menurut Anda? Apakah ingin mencobanya?

Refrensi : http://www.dw.com/id/burger-ekologis-berbahan-dasar-serangga/av-41846303

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *