Lifestyle

Benarkah 3 Jenis Olahraga Ini Bisa Membuat Panjang Umur

Assalamu’allaikum….

Cara menyehatkan tubuh adalah bergerak lebih aktif untuk membuat tubuh lebih segar dan sehat. Olahraga pun berguna untuk menyehatkan fungsi jantung, memperbaiki tekanan darah dan tingkat gula darah pun dapat diatur.

Ilustrasi. Foto via Sidomi

Manfaat berolahraga juga memberikan keuntungan untuk otak dan mencegah penyakit kronis. Maka alasan apalagi yang membuat Anda tak berolahraga? Bahkan dengan berolahraga meningkatkan potensi peningkatan perpanjangan usia seseorang.

Anda tau tidak ada tiga jenis olahraga yang bisa memberikan pengaruh positif kesehatan dan yang paling besar untuk memperpanjang usia. Hal inilah yang dipublikasikan dalam sebuah studi di British Journal of Sports Medicine, dimana peneliti Eropa dan Australia menemukan bahwa tak semua tipe aktivitas fisik bisa mempengaruhi terhadap panjangnya umur.

Dikutip dari Time, peneliti mengumpulkan 80 ribu orang di Inggris dan Skotlandia, diminta untuk menjawab pertannyaan seputar tingkat aktivitas di antara 1994-2008.

Dari data yang ditanyakan tersebut menunjukan bahwa orang yang kerap melakukan tiga jenis olahraga seperti tenis atau requetball, berenang, aerobik memiliki resiko kematian yang lebih rendah dalam periode studi.

Orang yang bermain tenis atau olahraga dengan raket memiliki 47 persen resiko meninggal yang lebih rendah dibanding yang tidak melakukan aktifitas berolahraga. Sendangkan bagi perenang memiliki resiko 28 persen kematian yang lebih rendah, dan orang yang bergemar aerobik memiliki resiko 27 persen.

Kemungkinan ini sudah disesuaikan dengan faktor lain yang mungkin memengaruhi kematian dini seperti merokok.

Bagi pelari tidak menunjukan tingkat kematian yang lebih rendah dalam studi. Namun Pemimpin studi, Pekka Oja mengungkapkan bahwa kebanyakan pelari yang diteliti belum terlalu lama melakukan olahraga ketimbang orang lainnya.

Akan tetapi Oja mengungkapkan bahwa masyarakat tak bisa sembarangan mengintepretasikan hasil penelitian ini dan cenderung melakukan satu aktivitas olahraga saja. Dia menegaskan bahwa pada intinya, orang yang berolahraga memiliki tingkat kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tak berolahraga.

“Semuanya bagus,” katanya. “Itu semua tergantung pada individu untuk memutuskan mana yang dia sukai.”

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X