Inspirasi

Manusia Pertama Melakukan Transplantasi Tangan Di Dunia

Zion manusia pertama melakukan transplantasi tangan. Foto via BBC Indonesia

Assalamu’allaikum….

Rizensia.com – Seorang anak di Amerika Serikat telah mencatat sejarah sebagai anak pertama di dunia yang melakukan transplantasi di kedua tangannya. Setelah menjalani dua tahun, akhirnya Zion Harvey terus mengalami perkembangan, sekarang dapat mengayunkan pemukul bisbol dengan baik.

Tak hanya itu, ia sekarang dapat menulis, makan dan menggunakan pakaian sendiri, juga memegang sebuah pemukul.

Dikutip dari BBC Indonesia. Dr Sandra Amaral, seorang anggota tim yang merawat Zion di rumah sakit di Rumah Sakit Anak-anak Philadelphia, mengatakan kepada BBC bahwa Zion terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Dia dapat mengayunkan sebuah pemukul dengan koordinasi yang lebih baik, dan dia dapat menulis namanya dengan lumayan jelas.

“Sensasinya terus berkembang. Ini luar biasa. “Sekarang dia dapat menepuk pipi ibunya dan merasakannya.”

Dr Amaral mengatakan ada bukti bahwa otaknya telah siap untuk menerima tangan barunya. Bahkan Tim telah mempublikasikan catatan medis mengenai cerita Zion yang luar biasa dalam sebuah jurnal The Lancet Child and Adolescent Health.

Sebelumnya, Zion lahir dengan dua tangan tetapi pada usia dua tahun, dokter harus mengamputasinya. Zion mengalami sepsis yaitu sebuah infeksi yang mengancam nyawa. Sehingga dokter harus mengangkat kedua tangannya, dan kakinya dibawah lutut di karenakan hampir mati.

Tak hanya itu ia juga mengamami gagal ginjal. Sehingga selama dua tahun Zion harus melakukan pencucian darah. Namun, setelah itu ia menjalani transpalantasi ginjal dengan menggunakan ginjal sumbangan ibunya Pattie Ray.

Dr Scott Levin yang memimpin operasi mengevaluasi Zion menjalani operasi. Foto via BBC Indonesia

Tantangan dalam melakukan transplatasi tangan

Ini menjadi tanda kemajuan dalam dunia medis, karena telah sukses melakukan transplantasi tangan.

Bahkan dalam melakukan proses transplantasi Tim yang terdiri dari 40 staf medis, termasuk 10 dokter bedah, melakukan operasi sepanjang malam sampai dini hari untuk memasang tangan Zion.

Salah satu yang menjadi tantangan terbesar adalah menghubungkan seluruh pembuluh darah yang kecil yang dapat membuat tangan itu tetap hidup.

Dr Benjamin Chang, ko-direktur program transplantasi tangan di rumah sakit itu, mengatakan :”Kami ingin benar-benar memastikan hal ini akan berjalan baik pada pasien kami dan sampai seumur hidup.” dikutip dari BBC Indonesia.

Perkembangan terus terlihat. Dokternya mengatakan bahwa satu hal yang menjanjikan mereka melihat dalam periode proses pemulihan, seberapa baik otak Sion merespons “terlepas dari tidak adanya tangan selama perkembangan perkembangan motorik halus yang baik antara usia dua dan delapan tahun”.

Berbicara tentang Sion tahun lalu, ahli bedah terkemuka Dr Scott Levin mengatakan: “Otaknya berkomunikasi dengan tangannya, otaknya mengatakan agar tangannya bergerak dan mereka bergerak, dan itu tentu saja luar biasa.” dari BBC Indonesia

Dari kisah Zion kita bisa mengambil pelajaran dari semangatnya. Tidak ada kata putus asa, jika kita terus berusaha, maka akan terbuka jalan untuk menggapai apa yang kita inginkan.

Refrensi : http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40652357

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X