Informasi

Penggunaan Berlebihan, Bumi Sekarang Krisis Pasir?

Foto Udara Galian C di Pesisir Donggala dan Palu. Sumber Udara Kelompok Muda Peduli Hutan (KOMIUorg)
Foto Udara Galian C di Pesisir Donggala dan Palu. Sumber Udara Kelompok Muda Peduli Hutan (KOMIUorg)

Assalamu’allaikum…..

Rizensia.com – Berbicara sumber daya terbatas sudah menjadi isu yang telah dibahas oleh negara didunia, bahkan tak heran banyak negara maju mulai memikirkan cara untuk meminimalisir habisnya sumber daya terbatas tersebut.

Pada umumnya kita mengenal sumber daya terbatas itu seperti bahan bakar fosil, pohon, atau masalah cadangan air tawar dan bahan-bahan tambang lainnya. Tapi masalah tentang Pasir pun tak luput dari perhatian

Meski pasir masih terbilang material yang mudah untuk didapatkan di alam, namun menurut para ilmuwan sekarang bumi sedang menghadapi krisis persedian pasir. Bahkan pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Mengutip pada jurnal Science, yang ditulis oleh sekelompok ilmuan internasional memperingatkan bahwa masalah ekologis yang disebabkan oleh manusia sebagai pengguna sumber daya alam, salah satunya adalah pasir.

Kita tau bahwa pasir menjadi material utama dalam pembangunan kontruksi bangunan, baik itu gedung, rumah, jalan, kaca, bahkan dibidang elektronik pun pasir digunakan sebagai salah satu bahannya.

Kemudian dalam sejumlah masalah seperti reklamasi laut, proses pemulihan lokasi tambang gas dan minyak, pasir menjadi material yang mempunyai peran utama.

Tiap tahunnya permintaan dan penggunaan sumber daya alam oleh manusia terus meningkat, pasir dan kerikil telah menjadi salah satu bahan yang paling banyak dimanfaatkan di seluruh dunia. Bahkan pemanfaatannya melebihi penggunaan bahan bakar fosil. 

Dalam sebuah laporan PBB dari tahun 2014, memperkirakan bahwa manusia mengekstrak lebih dari 40 miliar ton kerikil dan pasir dalam setahun dengan cara tradisional. Seperti dari pertambangan di gunung, sungai, bahkan pasir pantai.

“Ini adalah dua kali jumlah sedimen tahunan yang dibawa oleh semua sungai di dunia,” kata laporan tersebut, dan “penggunaannya sangat melebihi tingkat pembaharuan alam.” Dikutip dari Beritagar.id

“Akibatnya, kelangkaan pasir adalah isu yang muncul dengan dampak sosio-politik, ekonomi, dan lingkungan yang besar,” tulis para penulis.

Ini tentunya menjadi masalah besar, meski untuk mendapatkan pasir masih relatif mudah jika di bandingkan melakukan penambangan bahan mineral. Bahkan dibeberapa daerah telah merasakan kelangkaan pasir, dan berdampak besar pula ke Sosio politik, ekonomi, dan dampak lingkungan dimasyarakat.

Bahkan penambangan pasir telah terbukti mempengaruhi populasi ikan baik itu dilaut, danau dan sungai. Serta mempengaruhi perkembang biakan hewan yang bergantung pada pasir.

Kemudian, penambangan pasir secara berlebihan di pantai mengundang terjadinya abrasi sehingga mengancam kehidupan dibeberapa tepian pantai.

Refrensi :

  • Beritagar.id
  • http://science.sciencemag.org/content/357/6355/970/tab-article-info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X