Informasi

Bahaya Sampah Antariksa : Tau Tidak, Di Luar Angkasa Ada Sekitar 6.600 Satelit

Penampakan Sampah Antariksa
Penampakan Sampah Antariksa. Foto via DW.com/id

Assalamu’allaikum….

Rizensia.com – Tau Tidak, Di Luar Angkasa Ada Sekitar 6.600 Satelit yang mana dari satelit itu ada yang tidak difungsikan, sehingga menjadi sampah antariksa dan bisa membahayakan astronot, satelit aktif, dan penduduk bumi.

Karena pecahan satelit berdiameter satu sentimeter saja menjadi ancaman bahaya mengintai. Pasalnya pecahan sampah antariksa bergerak dengan kecepatan hingga 40.000 km per jam. Jika satu antara lainnya bertabrakan, maka pecahan sebesar biji kopi saja dengan kecepatan setinggi itu dengan sebuah satelit, memiliki kekuatan impak setara sebuah granat.

Data sampah luar angkasa
Foto Via DW.com/id

Data yang kami kutip dari DW.com/id, bahwa lembaga antariksa Eropa-ESA menyebut sejak 1957 diluncurkan 6.600 satelit dan terdapat lebih 750.000 obyek berukuran lebih 10 sentimeter di orbit Bumi.

Banyak Ide Untuk Mengatasi Masalah Ini

Para ahli sudah banyak memberikan ide untuk mengatasi masalah sampah Antariksa ini, bahkan dari beberapa ide yang mereka sarankan ada yang unik.

Robot Pengangkut Sampah Antariksa

Seperti membuat robot tukang sampah, dimana robot ruang angkasa itu akan dilengkapi lengan, bertugas menangkap satelit yang sudah tidak berfungsi dan membawanya kembali ke Bumi. ESA merencanakan peluncuran robot pengangkut sampah ini pada tahun 2023.

Menggunakan Laser

Cara lainnya dengan menggunakan alat khusus yaitu meriam laser, dimana alat ini akan dioprasikan dari bumi kemudian menembak sampah luar angkasa.

Pusat penerbangan dan antariksa Jerman-DSLR terus mengembangkan teknologi laser ini. Pecahan partikel sampah ruang angkasa yang ditembak laser, disebut akan hancur dan menjadi uap.

Menggunakan Jaring dan Lasso Elektrik

Lembaga antariksa Amerika Serikat NASA telah menggagas penggunaan jaring dan lasso elektrik untuk menangkap asteroid dan itu juga bisa digunakan menangkap partikel sampah antariksa. Obyek yang dijaring dibawa kembali ke atmosfir.

Tambang Elektrodinamik

Lembaga antariksa Jepang JAXA juga telah menguji coba tambang tersebut. Dimana Tambang Elektrodinamik yang memiliki panjang 700 meter dibuat dari materil baja tahan karat dan aluminium.

Sistem kerjanya dikendalikan dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional, dimana melalui tali itu kecepatan partikel dikendalikan, kemudian akan ditarik ke atmosfer agar terbakar habis.

Refrensi Rizensia : Dw.com/id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X