Informasi

Maskapai Pesawat Ini Ujicoba Menggunakan Bahan Bakar Minyak Goreng

Assalamu’allaikum….

Salah satu maskapai di negara Swedia mulai melakukan ujicoba perdana terbangkan pesawat dengan menggunakan bahan bakar campuran “Bio Fuel” dari minyak nabati. Dengan melakukan komposisi 50 persen campuran, pesawat akan terbang dan diklaim rendah emisi dan ramah lingkungan.

Penggunaan minyak nabati sebagai bahan bakar pesawat. Screenshot dari video dw.com

Maskapai yang Rizensia maksud ialah SAS, dimana mereka menguji coba sebuah pesawat terbang di bandara Arlanda, Stockholm. Pada ujicoba yang dilakukan dengan menggunakan bahan bakar campuran “bio fuel”, nantinya tangki pesawat akan diisi oleh dua macam bahan bakar. Mula-mula diisi bahan bakar konvensional avtur, kemudian ditambahkan bahan bakar “bio fuel” dari minyak nabati alias minyak goreng.

Tentu dengan ujicoba ini membuat Swedia menjadi negara yang melakukan trobosan dalam perlindungan lingkungan dan perlindungan iklim terhadap sektor pernerbangan. Seperti yang diungkapkan oleh Lars Andersen Resare manajer keberlanjutan maskapai SAS mengatakan:

“Kami melakukan berbagai langkah dan tidakan nyata dalam beberapa tahun belakangan, untuk menggunakan lebih banyak bahan bakar terbarukan”.

Lanjut Resare, “Kami bangga dengan aksi yang bertujuan melindungi lingkungan ini”, ujarnya dikutip dari DW.com/id

Didalam pengujian perdana dengan menggunakan bahan bakar campuran yang mana telah mengangkut penumpang dari bandara Arlanda di Stockholm menuju bandara Kopenhagen di Denmark dan kembali lagi ke bandara Arlanda.

Disinggung soal keamanaan dalam penerbangan, saat di Monitoring oleh Swedavia menunjukan hasil positif, bahwa bahan bakar campuran avtur-bio fuel, dengan komposisi 50-50 persen tidak mempengaruhi faktor keamanan penerbangan.

Akan tetapi penggunaan bio fuel didalam bahan bakar pesawat memunculkan sejumlah kendala. Kendala pertama, tekniknya belum memungkinkan pesawat terbang bahan bakar nabati sepenuhnya. Maksimal dengan campuran 50 persen saja. Kendala lainnya pun muncul dari harga bio fuel dari minyak nabati yang terlalu mahal, sekitar 4 kali lipat harga minyak konvensional yang digunakan oleh pesawat terbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X