Informasi, Pendidikan

Yang Dimaksud Hati Ternyata Jantung!

Assalamu’allaikum….

Gambar ilustrasi hati. Foto (google).

Kok saat dekat kamu, hatiku berdetak kencang. Mungkin ini tandanya aku sayang/godain kamu. 🙂
Hai sobat Rizensia, bagaimana nih kabarnya semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Kamu pernah mengucapkan kata-kata rayuan terhadap pasangan kamu ya? Jika pernah, apakah kamu memakai kata hati di dalamnya? Seperti kalimat di atas.
Pada kali ini RizensiaCom akan membahas tentang organ jantung. Kita ternyata selama ini keliru dalam mengartikan organ hati sebagai tempatnya  emosi, keberanian, dan kebijaksanaan. Sebenarnya yang di maksud dengan Hati (Qolbu) itu adalah jantung. 
What…? 😮 Beneran nih bro, iya beneran!. 😀 
Jadi selama ini yang kita maksud hati adalah jantung, lalu organ hati yang selama ini kita kenal adalah liver.
Peranan jantung ternyata sangat vital, selain bertugas memompa dara keseluruh tubu. Jantung juga berperan dalam mengambil suatu keputusan baik atau buruknya, keputusan yang di ambil oleh manusia. 
Otak dan Jantung Saling Berkomunikasi
John dan Beatrice Lacey melakukan penelitian tentang jantung. Dalam 20 tahun melakukan penelitian, mereka temukan bahwa jantung berkomunikasi dengan otak dalam cara-cara yang secara signifikan mempengaruhi bagaimana cara kita memandang dan bereaksi terhadap fenomena. Kedua peneliti itu juga menemukan betapa jantung sepertinya punya logika “anehnya” sendiri yang memiliki alur berbeda (dan mandiri) dari arahan dari sistem syaraf tak-sadar (autonomic). Jantung ini tampak selalu mengirimkan pesan sarat-makna kepada otak yang tidak hanya dipahami oleh si otak, namun juga dipatuhi. Maka menariknya, pesan dari jantung tersebut akan berpengaruh pada pilihan perilaku seseorang.
Jantung Mempunyai Otak Sendiri 
Pada 1991, Dr. J. Andrew Armour memperkenalkan konsep “otak jantung”. Hasil kerjanya menyatakan bahwa jantung memiliki sistem syaraf intrinsik kompleks yang sedemikian rumitnya hingga bisa dikata bahwa dia memiliki “otak kecil”nya sendiri. Jantung memiliki sistem sirkuit yang menjadikannya mampu bertindak independen atas otak – untuk secara mandiri belajar, mengingat, dan bahkan merasa dan mengindera.
Sistem syarat jantung terdiri dari 40.000 neuron yang disebut sensory neurites. Komunikasi antara jantung dan otak dilakukan melalui jalur afferent. Melaluinya, sinyal sakit (pain) dan sensasi rasa lain masuk ke otak, tepatnya yang disebut medulla. Lebih dari itu, ada juga sinyal yang terus masuk lebih dalam ke wilayah otak sedemikian rupa berpengaruh pada persepsi, pengambilan keputusan dan proses kognitif yang lain.

Jantung adalah generator yang paling kuat dari pola informasi berirama dalam tubuh manusia.


Institute of Heartmath menemukan bahwa manakala pola ritme otak bersifat baik dan koheren, informasi syaraf yang dikirimkan ke otak akan memfasilitasi cortical function. Efek darinya adalah: kejelasan pikiran yang meningkat, kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik, dan meningkatnya daya kreatif. Sebagai tambahan, input yang koheren dan positif dari jantung cenderung akan membentuk cara pandang dan rasa yang baik.

“Sejak proses emosional dapat bekerja lebih cepat daripada pikiran, dibutuhkan kekuatan lebih kuat dari pikiran menekuk persepsi, menimpa sirkuit emosional, dan memberikan kami perasaan intuitif sebagai gantinya. Dibutuhkan kekuatan hati. “~ Doc Childre, pendiri, Institut Jantung


Itulah Jantung/Hati, ternyata mempunyai otak sendiri yang mampu secara mandiri belajar, mengingat, dan bahkan merasa dan mengindera. Dalam salah satu berita yang Saya baca di Liputan6.com, bahwa jika seseorang melakukan pendonoran jantung maka jantung sih pendonor akan mempengaruhi sifat dari orang yang menerima donor jantung tersebut. Berikut ini link beritanya : 

7 Orang Ini Sifatnya Berubah Total Setelah Menerima Donor Organ

Allah berfirman, Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada. (Firman Allah, yang ada di dalam dada, menjadi penegas bahwa makna hati yang dimaksud ayat ini bukan majazi tetapi jantung.)  

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rusak maka rusak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.”[HR. Bukhari-Muslim].


Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita. Salam….

Refrensi dari kaskus & Islampos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Menulis Di Rizensia.com, Daftarkan Diri Anda!
X